Zelisa menjelajahi hiruk pikuk Jakarta dengan kameranya, mengabadikan hal-hal yang menarik perhatiannya. Tanpa disadari, ia bertabrakan dengan Fahmi yang tengah bergegas ke sebuah rapat. Mereka terjatuh, dan pandangan mereka pun bertemu sesaat. Fahmi segera menolong Zelisa berdiri, dan dari kejadian itu percakapan pun dimulai. Mereka bertukar nomor dan berjanji bertemu untuk minum kopi beberapa hari kemudian. Sejak pertemuan itu, kedekatan mereka pun tumbuh dan mereka tak pernah terpisahkan.